Koes Plus
Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok “Koes Bersaudara”. Grup yang berasal dari Tuban ini menjadi pelopor musik pop dan rock 'n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis.....
Panbers
Panbers adalah satu nama kelompok pemusik yang merupakan kependekan dari Pandjaitan Bersaudara.Kelompok yang dirintis sejak tahun 1960-an dan mulai rekaman di tahun 1971 ini terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs. JMM Pandjaitan, S.H, (Alm) dengan BSO Sitompul. Mereka adalah Hans Pandjaitan, Benny Pandjaitan, Doan Pandjaitan dan Sido Pandjaitan. Dengan mengibarkan bendera Panbers, mereka merintis karir mereka di ibukota, mulai dari mengisi acara-acara hiburan di pesta...
The Mercy's
The Mercy's, merupakan salah satu band terhebat di sepanjang masa. Mereka terdiri dari lima anak muda yang berambut gondrong, yakni Erwin Harahap (melody/vokal), Rinto Harahap (bass/lead vokal), Reynold Panggabean (drum/lead vokal), Rizal Arsyad (rhytem/vokal), dan Iskandar alias Bun (keyboard/vokal). Mereka mengusung kisah esensial sejarah dan kenangan yang suka hura-hura, serta berkiblat dengan band-band pesta di Jakarta, seperti, Noor Bersaudara, Ceking, Cruss dan Medinas. Berdiri awal 1969 di....
D'Lloyd
D'Lloyd ini terdiri dari Bartje van Houten (gitar), Sjamsuddin (vokal), Chairul (drum), Totok (bas), Budi (kibor), dan Yuyun (saksofon/flute). Berdiri pada 1969, kemudian rekaman 1972, D’Lloyd (berasal dari kata Djakarta Llyod) tetap awet sampai sekarang. Kumpulan D’LLoyd merupakan kumpulan yang terkenal di era 70-an hingga kini.Lagu-lagunya seperti Keagungan Tuhan, Tak Mungkin, Oh Di Mana, Karena Nenek, Semalam di Malaysia, Cinta Hampa dan Mengapa Harus Jumpa cukup mempesona serta meghiburkan.Kebanyakan....
Favorite's Grup
Favourite's Group adalah tempat berkumpulnya penyanyi, pencipta lagu, dan musisi terhebat di sepanjang masa, seperti A Riyanto, Mus Mulyadi, Is Haryanto, Harry (Santoso) Toos dan Tommy WS. Pemunculannya di blantika musik pop pada waktu itu relatif singkat, tetapi FG mampu mengukuhkan keberadaannya sebagai grup musik yang menjadi favorit dan istimewa di hati masyarakat dan dibicarakan selama dekade ke depan. A Riyanto, pimpinan dari Band 4 Nada, mempunyai gagasan membentuk sebuah grup yang bukan...
Prakata
Derby Alexander
Total Tayangan Halaman
Kamis, 08 November 2012
Waljinah "Walang Kekek"
Senin, 29 Oktober 2012
Camelia Malik "Rekayasa Cinta"
Mia yang berdarah keturunan Padang-Jawa-Arab ini mengawali karir menyanyi pada 1970-an, saat suaminya saat itu, Reynold Panggabean, mengajaknya menyanyikan lagu karyanya, Colak-colek. Lagu perdana tersebut berhasil melambungkan nama adik tiri dari musisi rock Ahmad Albar itu ke dalam deretan penyanyi top dangdut. Mia yang pernah terpilih sebagai biduanita Melayu terpopuler 1978-1981 itu, secara berurutan kemudian merilis album suksesnya , seperti Raba-raba (1980), Ceplas-ceplos, Gengsi Dong, Wakuncar, Murah Meriah, Colak Colek II dan Rekayasa Cinta (2002). Lagu-lagu tersebut telah menjadi legenda, dan hingga kini masih kerap dibawakan oleh banyak penyanyi. Terkait kehidupan pribadinya, Mia pernah menikah dengan salah seorang personel grup The Mercys, Reynold Panggabean, meski keduannya hanya bertahan selama 12 tahun, dan resmi bercerai pada 2 Maret 1989. Mia kemudian menikah dengan bintang film Harry Capri, yang bertemu saat membintangi film RONA-RONA, sekaligus atas saran penyanyi dangdut Rhoma Irama.
T-Five "Kau"
Jumat, 26 Oktober 2012
Radja Band "Wahai Kau Cinta"
Pada 2006 mereka pun kembali meluncurkan album keempat bertajuk AKU ADA KARENA KAU ADA. Sekali lagi album ini pun mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat. Lagu-lagu Radja populer didendangkan masyarakat. Dan pada penghujung 2006, Radja kembali berkarya dengan menciptakan album rohani yang diluncurkan pada saat bulan ramadhan. Album Rohani ini merupakan album kelima Radja dan diberi judul 1000 BULAN. Terakhir, awal 2007, Radja kembali masuk ke dalam studio rekaman untuk mengemas album terbaru mereka. Album keenam mereka bertajuk 6 UNTUK SEMUA. Dua tahun tak ada album, di tahun 2009 Radja merilis album SELALU ADA yang berisi kumpulan lagu-lagu hit Radja ditambah dengan beberapa lagu baru, seperti Ga Ada Waktu dan Cantik. Pada awal September 2010, Radja mengadakan syuting video klip untuk single lagu terbaru mereka yang berjudul Kegagalan Cinta. Dalam single dan album yang akan segera rilis ini, Radja memiliki tiga personil baru yaitu Vidin (drum), Aldi (keyboard), dan Ozi (bas) menemani Ian dan Moldy. Adanya personil baru ini menjadi semangat baru bagi Radja untuk terus berkarya di belantika musik Indonesia walaupun harus merelakan beberapa personil lawas untuk digantikan dengan yang baru.
Jumat, 12 Oktober 2012
Malyda "Semua Jadi Satu"

Malyda dikenal sebagai seorang penyanyi senior Indonesia yang pernah eksis sekitar tahun 1980-an. Namanya melejit lewat lagunya bersama Deddy Dhukun, Jadi Satu. Disusul lagu-lagu seperti Nurleila (1989) dan Tak Pernah Berubah (1991). Bersama Deddy Dhukun, Dodo Zakaria, Billy J Budiardjo, Dian Pramana Poetra, Fariz RM dan lain-lain pernah membentuk Tujuh Bintang dengan hit lagu Semua Jadi Satu. Namun di ujung karirnya, Malyda lebih mengurus keluarganya dari pada dunia tarik suara. Selain juga mengeluti bisnis butik.
\
Selasa, 02 Oktober 2012
Betharia Sonata "Hati Yang Luka"
Pernyataan tersebut dikeluarkannya tahun 2005 dan Betha mengaku telah menikah selama dua tahun secara siri. Betha, demikian biasa dipanggil, terkenal sebagai pelantun lagu Hati Yang Luka yang pernah hit pada 1990-an, yang kemudian menyusul albumnya Seandainya (1995), Memoriku Di Karaoke (1997), Best of Betharia Sonatha Karaoke (1999), Melayu Deli Betharia Sonatha (1999) dan Platinum 22 Best Of Betharia Sonatha Vol. 002 (2003) Selain itu, Betha pernah menerima casting sebagai pemeran utama dalam film KAMUS CINTA SANG PRIMADONA dan BIARKAN AKU CEMBURU.
Alda Risma "Aku Tak Biasa"
Alda Risma Elfariani, akrab dengan nama Alda Risma lahir di Bogor pada tanggal 23 November 1982. Dia adalah seorang penyanyi Indonesia yang terkenal lewat tembangnya Aku Tak Biasa. Alda pernah bertunangan dengan Iwan Sastrawijaya. Namun sayangnya, selangkah lagi menuju pelaminan, keributan kecil mengakhiri jalinan asmara Iwan dan Alda. Setelah itu namanya tidak terdengar, hingga muncul lagi di media massa ketika ia mengalami kecelakaan lalu-lintas pada 19 Juni 2006. Alda mengalami kecelakaan hebat hingga mobil BMW yang ditumpanginya hancur berantakan di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Kasus tersebut juga diduga akibat pengaruh narkoba atau minuman beralkohol.
Setelah itu, kabar mengejutkan datang darinya. Alda ditemukan tewas di kamar 432 Hotel Grand Menteng, kawasan Matraman, Jakarta Timur pada Selasa malam (12/12/06), pukul 19.30 WIB. Pada tubuhnya ditemukan sekitar 25 suntikan jarum, diduga akibat over dosis setelah menggunakan obat-obatan terlarang. Di balik kematian Alda tersebut, ada dugaan Alda meninggal karena dibunuh. Ferry Surya Perkasa, pria yang terakhir bersamanya, diduga banyak mengetahui kematian Alda. Ferry yang saat itu kabur ke Singapura akhirnya menyerahkan diri dan hingga sekarang ini memasuki proses hukum. Namun demikian proses pengadilan Ferry, oleh pihak keluarga Alda dianggap penuh permainan dan berbuah lambannya pengungkapan kasus kematiannya. Alda terkenal sebagai pelantun lagu hit, Aku Tak Biasa. Karirnya 'setapak demi setapak' dilalui lewat dunia model dan catwalk. Maka tak heran jika gambar dengan tubuh seksinya kerap tampil di berbagai even mode.
Rabu, 22 Agustus 2012
Harry Moekti "Ada Kamu"
Album yang diproduseri oleh Max Wenas ini memuat lagu berjudul HUJAN RINDU, NONA NONA NONA, ADA KAMU dan tentu saja lagu andalannya yang berjudul MAUKAH KAMU dan AKU SUKA KAMU SUKA. Harry Moekti juga sempat membentuk sebuah band bernama Makara Band. Band ini dibentuknya bersama teman – temannya semasa kuliah di UI. Band yang terdiri dari Januari Irawan (bass), Andy Julias (drum), Kadri (vokal), Adi Adrian (keyboard), Agus Anhar (gitar), dan juga Harry Moekti (lead vokal) ini mempunyai hits terkenal yaitu LARON LARON yang kental dengan pengaruh band ELP, Genesis, Saga, dan Yes. Dunia glamor keartisan sangat membutakan kehidupannya. Hingga pada tahun 1994 ia menemukan sebuah titik pencerahan. Pada malam pergantian tahun 1995, Harry diundang untuk mengisi sebuah acara konser. Ia mendapati bahwa penyanyi Anggun C. Sasmi mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari dirinya. Saat itulah ia menyadari bahwa hidupnya telah dipenuhi dengan kemarahan dan kedengkian. Tak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seorang ustadz yang membukakan pintu pencerahan untuknya. Sekitar tahun 1995 ia membuat keputusan mengejutkan. Secara resmi ia menyatakan mundur dari dunia keartisan yang membesarkan namanya. Tahun 1996 ia semakin mendalami Islam dan ia bergabung dengan HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI). Sejak saat itu ia semakin rajin berdakwah menyebarkan ajaran Islam. Praktis, ia telah secara total meninggalkan dunia keartisan.
Gombloh "Kebyar-Kebyar"
Semenjak album GILA, Gombloh dinilai para kritisi mengendurkan idealismenya, dengan lebih mengedepankan album bergaya pop ringan dan dengan lirik-lirik sederhana dan jenaka. Namun dengan demikian ia menjadi lebih populer dan mendapat penghasilan yang besar. Sayangnya dia lebih suka menghabiskan pendapatannya dengan makan-makan bersama kawan-kawannya. Rasa kesetiakawanannya dan jiwa merdeka inilah yang secara tidak langsung membawanya pada penyakit yang merenggut nyawanya. Tahun 1996, sejumlah seniman Surabaya membentuk Solidaritas Seniman Surabaya dengan tujuan menciptakan suatu kenangan untuk Gombloh yang dianggap sebagai pahlawan seniman kota itu. Mereka sepakat membuat patung Gombloh seberat 200 kg dari perunggu. Patung ini ditempatkan di halaman Taman Hiburan Rakyat Surabaya, salah satu pusat kesenian di kota itu. Tanggal 30 Maret 2005 dalam acara puncak Hari Musik Indonesia III di Jakarta, Gombloh mendapat penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia secara anumerta dari PAPPRI, bersama sembilan tokoh musik lainnya, yaitu Nike Ardilla, Titiek Puspa, Anggun, Iwan Fals, Ebiet G Ade, Titiek Sandhora, Deddy Dores dan Broery Marantika. Lagu-lagu karya Gombloh sempat diangkat dalam penelitian Martin Hatch seorang peneliti dari Universitas Cornell dan ditulis sebagai karya ilmiah yang berjudul Social Criticsm in the Songs of 1980’s Indonesian Pop Country Singers, yang dibawakan dalam seminar musik The Society of Ethnomusicology di Toronto, Kanada pada 2000.
A. Rafiq "Pandangan Pertama"
Ada Band "Manusia Bodoh"
Kali ini sang vokalis, Baim hengkang pada bulan Desember 2001.
Tak putus asa, awal 2003, ADA band menggebrak dengan formasi Khrisna Balagita (keyboard/piano), Dika Satjadibrata (bass & backing vocal), Rama Yaya Muktio (drum), Marshall Suryarachman (gitar), dan Donnie Sibarani (vokal). Mereka pun merilis album METAMORPHOSIS di bawah label baru, EMI Music Indonesia. Kebangkitan ADA Band diakui dengan masuknya mereka sebagai nomine dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2003 (4 kategori) dan Clear Top 10 Awards 2003 (3 kategori). Akhir 2003, mereka merilis THE BEST OF ADA BAND – DISCOGRAPHY, berisi 12 lagu yang membawa.ADA Band terkenal. Awal 2004, Rama kecelakaan dan terpaksa harus mundur. Dengan bantuan additional player, ADA Band merilis HEAVEN OF LOVE (2004), ROMANTIC RHAPSODY pada awal 2006, serta CINEMA STORY pada pertengahan 2007. Donnie berduet dengan putri musisi Erwin Gutawa, Gita Gutawa, dalam lagu Yang Terbaik Bagimu yang terdapat di album HEAVEN OF LOVE. Album kesembilan ADA Band, HARMONIUS (2008) rilis tanpa Khrisna Balagita yang mengundurkan diri dari ADA Band.
Minggu, 05 Agustus 2012
Denada "Sedang Ingin Bercinta"
Agnes Monica "Matahariku"
Karir Agnes Monica di bidang entertainment dapat dikatakan sebagai salah satu yang tersukses, dengan semua prestasi yang diraihnya sejak awal karirnya pada 1990 sebagai penyanyi cilik dan presenter cilik. Pada usia 6 tahun, Agnes Monica sudah mulai menapaki tangga karir dengan mengeluarkan beberapa album sebagai penyanyi cilik, yaitu Si Meong, Yess, dan Bala-bala. Beberapa acara TV sempat dibawakannya dengan baik, seperti VAN (Video Anak Anteve), Tralala-Trilili RCTI, Diva Romeo Trans TV. Penampilan terbaiknya pada beberapa program TV ini membuahkannya penghargaan sebagai presenter anak-anak terfavorit pada 1999. Di usia remajanya, Agnes mulai merambahi dunia akting dengan membintangi sinetron Pernikahan Dini, yang merupakan batu loncatannya untuk meraih kepopuleran. Aktingnya bersama Sahrul Gunawan membuahkannya beberapa penghargaan bergengsi, yaitu Drama Terpopuler serta Aktris Terfavorit pada Panasonic Award 2001 dan 2002. Karir tarik suaranya juga membarengi kecemerlangan akting Agnes, dengan dibawakannya soundtrack sinetron Pernikahan Dini dengan judul yang sama juga single lain yang berjudul Seputih Hati. Agnes juga sempat berduet dengan penyanyi gaek Yana Yulio pada lagu yang bertajuk Awan dan Ombak. Di tahun ini, Agnes Monica mulai menjajaki karir sebagai artis dewasa dengan mengubah beberapa image artis ciliknya. Salah satunya adalah dengan merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes.. pada 8 Oktober 2003. Album ini digarap dengan serius dengan melibatkan beberapa musisi dan pencipta lagu kawakan seperti Ahmad Dhani dan Melly Goeslaw.
Karir musik Agnes dan album pertamanya membuahkan kesuksesan, dengan diraihnya tiga penghargaan AMI Awards 2004 sebagai Artis Pop Solo Terbaik, Karya Produksi Dance/Techno Terbaik, Duo/Group Terbaik (pada duetnya dengan Ahmad Dhani). Selain itu, Agnes juga meraih penghargaan pada MTV Indonesia Awards 2004 sebagai Most Favorite Female. Penghargaan dari luar negeri juga diraihnya, seperti Pendatang Baru Terbaik pada Anugerah Planet Muzik 2004 di Singapura. Album ini juga meraih double platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 kopi. Pada 2004, Agnes membintangi beberapa sinetron, seperti Cewekku Jutek, Bunga Perawan, dan Cantik. Sinetron-sinetron ini membuahkannya beberapa penghargaan seperti Panasonic Awards 2003 sebagai Aktris Terfavorit serta SCTV Awards 2004 sebagai Aktris Ngetop. Album dewasa kedua Agnes Monica yang berjudul Whaddup A'..?! dirilis pada tahun ini. Seperti album sebelumnya, Agnes mengajak beberapa musisi kawakan negeri, seperti Dewiq, Melly Goeslaw, dan Andi Rianto. Pada album ini, Agnes juga sempat berkolaborasi dengan artis internasional berkebangsaan Amerika, Keith Martin, pada lagu I'll Light a Candle. Album ini juga membawa Agnes pada kesuksesan dengan diraihnya tiga piala AMI Awards sebagai Artis Pop Solo Wanita Terbaik, Produksi R&B Terbaik, dan Desain Sampul Album Terbaik. SCTV Awards juga menganugerahi Agnes penghargaan sebagai Album Pop Solo Terbaik. Beberapa penghargaan besar juga diraih artis multi talenta ini, seperti Video Klip Terfavorit dan Aktris Terbaik pada video klip Tanpa Kekasihku pada VMI Indonesia, Most Favorite Female pada MTV Indonesia Awards, juga Artis Fenomenal Generasi Baru Musik Indonesia pada Penghargaan Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Di tahun ini, Agnes juga mulai membuktikan karir internasionalnya dengan membintangi serial drama Asia The Hospital di Taiwan pada 2006. Walaupun peran yang dimainkannya bukan peran utama, namun kesempatan ini dimanfaatkan Agnes untuk berakting bersama Jerry Yan, salah satu personil F4. Agnes juga sempat bermain pada beberapa episode serial Romance in the White House. Pada 15 Mei 2007, artis cantik ini juga sempat menjadi pembuka konser Boyz II Men di Istora Senayan, Jakarta. Sayangnya, kolaborasinya dengan Vanya, Maurice, dan Shawn yang dijadwalkan untuk ditampilkan pada konser ini dibatalkan karena kurangnya persiapan yang matang. Agnes juga membuktikan diri di bidang sosial sebagai Duta Anti Narkoba se-Asia yang ditunjuk oleh DEA (Drugs Enforcement Administration) dan IDEC Far East Region pada 2007.
Pada tahun 2008, kemampuan akting Agnes juga sempat diuji dengan dibintanginya sinetron Jelita. Agnes juga menyanyikan sountrack untuk sinetron ini, dengan lagu yang berjudul Matahariku. Penghargaan sebagai Most Favorite Female pada MTV Indonesia Awards 2008 juga sempat diraihnya, juga penghargaan platinum untuk Matahariku dengan jumlah ringbacktone yang mencapai 1,5 juta.
Single Matahariku dan Godai Aku Lagi dijual pada CD single terbatas yang berjudul NEZ. Pada akhir 2008, tepatnya pada September 2008, Agnes meraih penghargaan sebagai the Best Asian Artist dan the Best Performance pada Asia Song Festival 2009 di Seoul, Korea Selatan. Tahun 2009 juga membuahkan beberapa prestasi untuk Agnes, dengan dirilisnya single yang berjudul Teruskanlah pada 16 Maret 2009. Agnes juga merilis album ketiga yang berjudul Sacredly Agnezious pada 1 April 2009. Album ini terjual sebanyak 1.000.000 copy, selain itu, video klip Matahariku juga dilaporkan telah ditonton lebih dari 3.000.000 pengguna Youtube. Sekali lagi Agnes mampu meraih kesuksesan dengan meraik dua penghargaan dari empat nominasi pada MTV Awards 2009, yaitu MTV Artist of the Year, juga MTV Favorite Female Artist untuk kelima kalinya. Agnes juga sekali lagi mewakili Indonesia pada the 6th Asian Song Festival 2009 dengan membawakan lagu yang berjudul Temperature. Pada 14 Oktober 2009, Agnes juga menyumbangkan bakat sempurnanya pada konser bertajuk Dancing Queen arahan Andi Rianto, yang ditujukan sebagai a tribute to ABBA. Pada tahun 2010, Agnes tiada hentinya menelurkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan AMI Award 2010 sebagai penyanyi solo wanita terbaik, album terbaik di bidang pop, juga album terbaik-terbaik. Agnes juga tidak melepaskan kegiatan sosialnya dengan menjadi spoke person dari MTV Exit (End exploitation and traficking) dan Duta LG Elektronik Indonesia selama beberapa tahun ke depan. Single terbaru Agnes juga sempat dirilis di tahun ini, berjudul Karena Ku Sanggup, yang merupakan lagu ciptaan Agnes sendiri. 21 November 2010, Agnes menjadi salah satu host internasional untuk ajang AMA (American Music Award) bersama penyanyi country Amerika, Danny Gokey. Tahun 2011 juga tahun yang sangat cerah untuk Agnes. Selain sukses merilis album PARALYZED dan AGNES IS MY NAME, dia juga berhasil menyabet tujuh penghargaan sekaligus dalam ajang JpopAsia International Music Awards 2010, yaitu Favorite artist/band, Best Female Solo, Most Promising Artist/Band, Best Musical Ability (vocal, instrumental, etc.), Best Use of Social Media (facebook, twitter, etc.), Sexiest Female Singer, dan Most-Wanted To Be Girlfriend. Juli 2011, Agnes yang saat itu sedang dikontrak rekaman oleh produser berkualitas asal Amerika, Greg Ogan, juga melakukan duet dengan penyanyi Amerika, Timbaland. Tak hanya sampai di situ, Agnes masih menorehkan prestasi lagi dengan terpilihnya menjadi salah satu nominator di ajang bergengsi MTV Europe Awards 2011. Nama Agnes masuk dalam kategori World Wide Act Asia Pacific Nominees. Dukungan masih terus mengalir hingga saat ini. Dan di tengah penantian ajang bergengsi itu, akhir September 2011 Agnes merilis video klip terbarunya, Rindu yang merupakan sebuah lagu lama ciptaan Erros Djarot
Cokelat "Bendera"
Masih di tahun 2006, Cokelat meluncurkan album ketujuh. Yang menarik di album ketujuh ini, Cokelat memberikan 10 lagu wajib nasional Indonesia yang diaransemen ulang sehingga lebih fresh. Termasuk lagu Bendera karya Eross Chandra dan Satu Nusa Satu Bangsa karya L. Manik juga ada di dalam album UNTUKMU INDONESIAKU. Selang dua tahun kemudian, di tahun 2008 Kikan dkk meluncurkan album kedelapan dengan titel PANCA INDERA. Album ini berisi 11 lagu dengan hit single Salah dan Pinjam Hatimu. Namun, pada Maret 2010, band yang telah berkarir selama 14 tahun ini harus rela melepaskan Kikan sang vokalis dan motor Cokelat, serta Ervin Syam Ilyas sang drummer, yang menyusul tidak lama kemudian. Jadwal Cokelat yang padat disebut-sebut sebagai penyebab kedua pentolan Cokelat ini mengundurkan diri, yang menyisakan Ronny, Edwin, dan Ernest sebagai punggawa Cokelat. Setelah melakukan audisi tertutup yang dilakukan oleh personil Cokelat yang tersisa, seorang vokalis baru didapatkan sebagai pengganti Kikan. Vokalis yang beruntung in adalah Sarah Idol, yang dikenal publik setelah kemunculannya dalam ajang pencarian bakat, Indonesian Idol 2007.
Selasa, 31 Juli 2012
Peterpan "Bintang Di Surga"




























